Bekerja di rumah – Tips Mengatur Waktu

Huaaaaa....seneng banget deh barusan nemuin tips untuk mengatur waktu bekerja di rumah. Hasil blog walking ke webnya buyut uplineku, Sotya Dewati. Sebagai orang yang udah lama bekerja dari rumah dan menghasilkan puluhan juta per bulan dari Oriflame, Saya jadi gak heran kenapa dia bisa berhasil.

mari kita coba praktekkan...

Ini dia nih Tipsnya :

Bekerja di rumah – Tips Mengatur Waktu

Kalau saya ditanya: “Sekarang ngapain?” kalau saya bilang “Ibu rumah tangga” kayaknya nggak juga. Soalnya, kalau ibu rumah tangga kerjaan sehari-harinya ya ngurus rumah tangga, yang kalau menurut saya: urus masakan, cucian, anak, dll. Nah, kalau saya, ibu rumah tangga iya, trus businesswoman juga iya. Jadi ya judulnya “Bekerja di rumah”, hihihi
Bekerja di rumah, kalau dibilang enak ya enak, dibilang nggak enak juga ada nggak enaknya. Sama aja sama kerjaan lain. Harus kerja juga, biar bisa selesai semua target sesuai timeplan.
Naah ngomongin timeplan, duuuh awal bekerja di rumah, memang kayaknya susaaah banget deh atur waktu antara kegiatan rumah tanga dan kegiatan urus mengurus anak. Tapi saya nemu nih ada 20 tips supaya kalau kerja di rumah atau kerja nggak pake jam kantor dan nggak pake ngantor, biar waktu nggak terasa hilang aja sehari sementara kerjaan target masih menumpuk ;-)
Saya udah coba beberapa tips-nya. Hasilnyaa…emang beneran kayaknya lebih efektif deh waktu kerjanya. Dan juga, bisa full konsentrasi ngerjain satu kerjaan dan kerjaan lainnya.Nih dia nih tips nya:

BUAT RENCANA KERJA HARIAN

Biasanya dibuat sehari sebelumnya, sebelum tidur atau pagi-pagi. Kalau saya, biasanya buat target tahunan, dibuat target bulanan, trus di-break lagi per bulan, dan di-break lagi per minggu dan per hari. Naah dalam target bulanan dan mingguan, nggak lupa selain target kerjaan, juga diselipin target-target kerjaan rumah tangga yang harus diselesaikan.
Termasuk…target jumlah tabungan ;-)

BUAT TIME LIMIT UNTUK SETIAP KERJAAN

Biasakan untuk men-set jangka waktu mengerjakan sebuah kerjaan/to-do. Misalnya nih: Follow up donlen via email (1 jam), update web (1 jam), dan seterusnya. Dan itu dilakukan untuk semua target yang harus terselesaikan hari itu. dengan pakai jangka waktu/time limit, kita jadi nggak berlama-lama ngalor ngidul cuma ngerjain satu kerjaan.

PAKAI ORGANIZER

kalau saya, pakai buku notebook simpel yang ada kalender mingguan. Tulis segala rupa di situ, yang menyangkut semua hal. Saya termasuk yang suka lupa kalau nggak ditulis. jadi notebook/organizer ini segalanya…daripada ntar lupa. Kalau biasa pakai smartphone, bisa juga tulis di note application. Tapi ya itu, kalau ngetiknya nggak lihai, bisa lamaa banget ;-)

TENTUKAN DEADLINE

Untuk setiap kerjaan, harus ditentukan deadline nya. Biasanya sih kalau saya supaya nggak menunda-nunda dan biar nggak lupa.

BELAJAR BILANG “TIDAK”

hehehe ini saya juga agak susah. Maklum, agak perfeksionis. Tapi, untuk beberapa hal, kita harus bisa berkata “TIDAK”. Karena kalau kita iya-in semua, nggak berasa tiba-tiba waktu habis aja ngerjain semua kerjaan.

SET TARGET TENGGAT WAKTU LEBIH AWAL, BIASAKAN DATANG LEBIH AWAL JUGA

Misalnya tugas A harus selesai sabtu, maka set deadline lebih cepat, misalnya hari jumat atau bahkan hari kamis sebelumnya. Biasanya, kalau kita bilang akan tepat waktu, jadinya malah tepat waktu atau telat. Jika kita datang atau menyelesaikan sesuatu lebih awal, kemungkinannya adalah kita lebih cepat atau tepat waktu. Set reminder di kalender lebih awal.

KATEGORIKAN WAKTU HARIAN

Penting banget nih. Apalagi kalau bekerja di rumah. Misalnya: Pagi jam 8 – 10 urus anak2 dan rumah, jam 10 -12 waktu kerja, jam 12 – 14 urus anak-anak, jam 14 – 16 waktu kerja lagi, jam 16 – 19 urus anak-anak, dan seterusnya.

SEDIAKAN JAM YANG MUDAH DILIHAT DIMANA-MANA

Saya malah sampai taro jam di kamar mandi, biar nggak kelupaan kalau harus berangkat buru-buru ;-)

FOKUS

Naah ini nih. Sebenarnya kerjaan itu berasa nggak selesai-selesai, karena kita-nya nggak fokus. Saat ngerjain kerjaan, tutup deh semua window browsing, semua social media, dan semua instant messaging. Fokus sama kerjaan kita, dan kerjakan hingga selesai dulu.iya sih katanya kalau kerja di rumah harus bisa multi tasking, tapi untuk beberapa item kerjaan dengan kebutuhan konsentrasi tinggi, multi tasking kayaknya nggak efektif.

HINDARI ANEKA GANGGUAN

biasanya nih yang paling racun adalah social media. Mulai dari facebook, twitter, sampai BBM. Saya biasanya matiin semua social media, masukkan HP ke tas, dan nggak ngelirik sama sekali sampai kerjaan saya selesai. Menurut saya, kalau memang benar-benar urgent, pasti orang akan telpon, nggak pake IM ;-)

NGGAK USAH TERLALU PERFEKSIONIS

Begitu banyak tanggung jawab, begitu banyak yang harus dikerjain, dan semua mau dikerjakan dengan sempurna?? Forget it! Nggak akan selesai deh kalo gitu. Jika kita punya team, percayakan pada team. Beri petunjuk yang jelas, dan kita monitoring. Jika memang memerlukan perbaikan, catat dan evaluasi.

SET PRIORITAS

pakai prinsip Pareto 80/20. Nggak usah berharap untuk melakukan semua. Masukkan ke dalam list prioritas, mana yang harus dikerjakan duluan, mana yang bisa dikerjakan belakangan.

DELEGASIKAN

Belajar mendelegasikan sesuatu memang sulit. Tapi jika bisa dilakukan, akan sangat membantu. Tidak mudah, kita harus bisa coach orang-orang yang akan menerima delegasi.
kalau saya, saya mendelegasikan kerjaan-kerjaan rumah tangga yang bisa dikerjakan asisten. Jadi saya konsen di kerjaan dan di anak-anak.
Gimana? Siap mencoba tips ini? Atau mungkin malah punya tambahan Tips? Silakan loh ;-)

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer