Catatan Orang Kepepet


Galauuuu...itu yang aku rasakan sekarang. Gimana gak galau, coba? Suami tambah misuh2 gara2 aku terus jalanin oriflame. Berkali-kali dia nyuruh aku untuk stop dan meninggalkan bisnis yang menurut dia ecek-ecek. Padahal saat ini aku udh dapat bonus 3-6 juta per bulan di posisi Senior Manager yang sedang dalam kualifikasi Director.

Tapiiii..emang kayaknya aku yang salah. Managemen waktuku masih belum terlalu baik dan aku juga tipe orang yang percaya aja sama prt. Pokoknya semua urusan rumah, aku percayakan pada Mbak Asih & Mbak Yani yang sekarang jadi asistenku. Aku sendiri jarang komplen kalaupun aku lihat lantai gak bersih, misalnya. Aku selalu beranggapan mereka sudah mengerjakan banyak hal di rumahku dan kadang mereka juga bekerja tanpa htung-hitungan jam. Hhhhhh...mereka mau setia sama aku aja udh syukur. Hari gene nyari pembantu yang setia, susahnya setengah mampus. Mereka sayang sama anak2 dan bisa beres2 supaya rumah "kelihatan" rapi dan bersih aja ya udh luar biasa syukurnya. Buat aku itulah pentingnya kehadiran mereka di rumahku.

Tapiiiii....yang namanya suamiku itu, mana bisa liat rumah berantakan. Mana bisa liat debu nempel di lantai. Maunya dia setiap hari aku inspeksi keliling rumah ngeliatin mana yang belum bersih dan suruh si mbak bersihin. Sebenernya sihhhh...dia bener juga. La wong aku cumaharus inspeksi doank, kok. Yang ngerjain kan si mbak. Berarti emang dasar akunya yang malas ya. *toyor diri sendiri*

Balik lagi ke soal keberatan suamiku, aku bilang ke dia gini. "Ayah, bonusku segini-segini aja karena memang aku belum bisa bener-bener fokus disini. Kerjaan kantor, anak-anak, dan juga urusan bisnis kamu, semua harus masuk dalam agenda aku. Kalau boleh memilih, aku mau resign aja dan fokus kerjain oriflamenya.

JRENGGGG!!!

Suami tambah marah besar. Dia bilang oriflame yang gak jelas mau kamu jalanin, kenapa gak yang udah ada di depan mata aja sih, bun? Yang di depan mata memang sudah bikin aku nyaman. Pekerjaanku memang memberikan penghasilan yang cukup lumayan, tapi di tempat kerjaku sekarang aku merasa stuck. Sebagai Ibu dengan 2 putri (8th & 20 bln), kondisi itu membuat aku dilema. Gimana nggak dilema? Di satu sisi, aku masih punya hasrat untuk terus meningkatkan karir disini dan berharap bos mempromosikan aku. Tapi di sisi lain, kalau nanti aku dipromosikan, berarti waktuku makin habis buat anak-anak. Karena mau gak mau, pastilah waktuku akan banyak habis di kantor. Hikssss...

Itulah alasan kenapa aku begitu ngotot pengen maju di oriflame. Buat aku, mengerjakan oriflame itu sebenarnya terbilang mudah. Asalkan kita bertemu dengan orang yang mau berbagi dengan kita dan mau punya visi yang sama kayak kita, pasti bisnis kita jalan. Tapi suamiku tetap belum bisa terima. Padahal pekerjaan apapun pasti ada resikonya kan? Di kantor pun bukan gak mungkin suatu saat aku di PHK terus gak tau lagi mau ngapain.Kalau sekarang aku quit terus gabung lagi saat aku dapat nasib buruk dari kantor...waduhhh...aku udah ketinggalan berapa langkah dari teman-teman yang lain ya? Atau bahkan akupun tertinggal dari downline-downlineku sendiri... Mereka udah pada drive BMW, nanti aku baru mau nyetop Ojek pula...hehehee...

Sempet kepikiran untuk resign diam-diam dan jalanin oriflame seolah-olah aku berangkat ke kantor. Tapiiiii...AKu takut kualat sama suami. Aku takut bisnisnya malah jadi gak lancar. Jadi, yang aku lakukan saat itu, cuma diam. Gak berani beradu argumentasi. Sampe akhirnya suami pergi menengok sapi-sapi kami di bogor.

Bingunggggg... gimana caranya supaya aku bisa tetap oriflame'an? Aku gak mau melepaskan mimpiku. Aku gak mau mengecewakan downline-downlineku yang sudah aku ajak untuk sama-sama mewujudkan mimpinya disini. Aku mau berbagi kebahagiaan dengan banyak orang di bisnis oriflame ini. Aku mau melihat downline-downlineku tersenyum bahagia saat mereka memegang papan-papan cash award yang nilainya terus menanjak sesuai perjuangan mereka.

TIDAKKK!!! Aku tidak boleh berhenti. Restu suami memang sangat dibutuhkan dalam menjalankan sesuatu. Tapi, aku yakin Allah tahu aku melakukan pekerjaan yang baik, yang bermanfaat bagi keluargaku dan juga banyak orang.

Akhirnya aku memutuskan untuk terus menjalankan oriflame, meski suami gak setuju. Tapiiii...aku tahu banget dia hanya butuh bukti dari apa yang sudah aku koar-koarkan ke dia. Ada 2 hal yang harus aku buktikan :
1. Aku bisa membuat rumah kami rapi dan bersih sehingga nyaman untuk ditinggali

2. Aku harus bisa membuktikan bahwa oriflame bukan bisnis ecek-ecek. Aku harus Director di bulan Februari 2013 dan mendapatkan bonus + cash award minimal 13 juta. Dan bulan Maret aku harus open Gold Director agar mengantongi bonus di atas 10 juta + cash award Rp. 14 juta. Sedapppp...

Nahhh...akhirnya aku merasa kepepet juga. Aku kepepet harus segera membuktikan dua hal itu pada suamiku.

Hal pertama yang kulakukan adalah mengirim inbox ke nenek buyut uplineku, Sotya Dewati, yang aku lihat punya berlapis-lapis semangat untuk mensupport jaringannya. Aku pikir ketegasan & "kekejamannya" bisa memecut aku agar tidak lagi malas mengerjakan oriflameku. Aku juga meminta uplineku tercinta, Irien Sekarani, untuk ikut membantuku mewujudkan resolusiku. Aku yakin mereka berdua pasti mau membantu aku.

Selanjutnya aku mencari siapa leaderku yang mau aku ajak bersama-sama menerapkan ilmu kepepet ini. Inget-inget, ternyata aku punya Rihsa Aulia, yang nasibnya kurang lebih sama, gak didukung suami oriflame'an. Setelah saling sharing, Rihsa setuju. Sekarang dia di posisi 6%. Targetnya dia harus bisa menetas jadi manager minimal 12% di bulan Desember ini. Dan resolusi selanjutnya, 4 bulan menjadi Senior Manager. Bismillah, kita pasti bisa ya, Cha... Meski kita berdua dibatasi jarak dan waktu, tapi gak ada alasan buat kita putus komunikasi ya. Let's act to the max...We're a super woman with high demand from our hubby, so we have to proof them that we can...aaammminnn...

Satu leader lagi aku hubungi, Maghfirah. Dia mati suri selama ini. Ada di kedalamanku, direkrut langsung oleh downline first levelku, tapi kebetulan dia juga pernah bekerja satu atap denganku. Jadi aku kenal akrab sekali dengan Fira. Alhamdulillah dia juga lagi kepepet. Pekerjaan suaminya yang mantan rekan kerjaku juga, katanya sedang terancam "selesai" sementara usaha bisnis online Fira dan juga butik pakaiannya sudah mulai kurang menjanjikan. Jadilah kami berbagi mimpi dan kami harus bisa mewujudkan mimpi itu. Let's fight, Dear...YES WE CAN!!!

Hal kedua, urusan rumah. Seharian tadi aku bongkar seisi rumah. Wakwawwww...ternyata emang udah banyak banget sampah di dalam rumahku. Para Mbak terdahulu tampaknya senang sekali menimbun sampah di rumah. Rapiin sana -sini, pindahin perabot sana-sini, pasang-pasang foto di dinding...dan lain-lain. Saking banyaknya, aku tidak bisa menyelesaikan pekerjaan itu karena malam ini aku harus bertugas di kantor.

Bismillah besok pasti urusan beres-beres itu selesai dan aku sudah bisa langsung membuktikan ke suami bahwa aku bisa mengurus rumah dengan baik. Selanjutnya aku harus rajin berkekeliling rumah setiap hari untuk melihat jika ada yang masih kotor, agar bisa dikerjakan si mbak.


Semangat Ekaaaaaa!!!! KAMU PASTI BISA!!! RIHSA...FIRA...KITA PASTI BISA!!! Mari kita kepepet...

*Notes dari Kantor Tendean*

Komentar

Postingan Populer