Me & Oriflame

Oriflame'an? Hadeuhhh...males banget deh dengernya. MLM pulak. Males gak sihhhh??? Bete' banget deh ditawar-tawarin begituan. Bukan gw banget itu mahhh. Kalau cuma sekedar jadi pemakai, oke, karena saya emang suka dan cocok sama produknya. Tapi kalau harus disuruh nawar-nawarin ke orang, gak dulu dehhh...gengsiiiii....

Ya, itulah yang saya pikirkan beberapa tahun lalu waktu ditawar-tawarin orang join oriflame. Sebagai seorang karyawan yang sudah punya penghasilan serta posisi cukup baik plus kehidupan ekonomi yang lebih dari cukup, rasanya gak kebayang kalau saya harus melakoni yang namanya Oriflame'an itu. Gak level lah kayaknya. Hehehehe....

Nah, kenapa akhirnya saya join Oriflame dan bahkan menikmati aktivitas bisnisnya...semua dimulai dengan tidak sengaja. Tiba-tiba otak dagang saya mikir, daripada saya beli sama orang gak dapat diskon, mending saya jadi member aja deh, lumayan dapat diskon 23%. Setelah jadi member, saya melihat upline-upline saya... kok bisa ya mereka dapat uang jutaan bahkan sampai puluhan juta, dapat mobil, bisa jalan-jalan gratis keluar negeri? Akhirnya mulailah pikiran saya terbuka ingin tahu lebih jauh bagaimana caranya bisa seperti itu. Selain itu, saya juga sudah mulai berpikir mencari pekerjaan lain yang bisa membuat saya lebih dekat dengan anak-anak, karena pekerjaan yang sekarang sangat menyita waktu dan membuat saya sulit melihat tumbuh kembang anak-anak. 

Akhirnya perjalanan bisnis saya di oriflame pun dimulai. Saya udah gak kepikir lagi yang namanya gengsi, gak mikir lagi yang namanya label MLM, gak mikir lagi Bukan Gw banget. Semua pikiran negatif itu saya singkirkan jauh-jauh dari otak "kotor" saya. Saya berusaha selalu memikirkan hal-hal positif yang bisa saya petik dari sebuah perusahaan bernama Oriflame ini. 

Sebagai newbie, tentu saja saya butuh bimbingan dari upline. Dan Alhamdulillah upline saya bisa mendampingi saya dalam melakukan aktivitas rekrut pertama saya. Home sharing, presentasi bisnis di sekolah anak saya dan di kantor teman-teman saya, saya jalani. Waktu itu sistem online di klub saya belum berjalan baik, karena itu saya harus wara wiri kesana kemari untuk melakukan presentasi. Datang ke aneka training offline yang digelar klub maupun oriflame, saya datangi sendiri, tanpa upline ataupun downline yang mau saya ajak datang. Semua saya jalani karena saya sadar, ini adalah bisnis saya, bukan bisnis upline ataupun downline saya. Saya tidak peduli datang ke training tanpa ada satupun wajah yang saya kenal. Biarin deh, kan saya datang untuk mengambil ilmunya, bukan untuk setor tampang karena ingin menyenangkan upline. Dan Alhamdulillah training-training itu benar-benar bermanfaat buat saya dalam mengembangkan jaringan saya. Alhamdulillah dalam perjalanan selanjutnya saya tidak pernah lagi datang sendirian ke acara training karena saya punya CORE TEAM yang punya visi yang sama, ingin meraih sukses di ORIFLAME.

Alhamdulillah juga dengan kesabaran dan konsistensi, sekarang jaringan saya sudah berjumlah lebih dari 400 orang, meskipun tak dipungkiri tidak semuanya punya visi yang sama. 70% dari mereka berada di jaringan saya hanya karena ingin menggunakan produknya saja, ada juga yang mungkin merasa terpaksa karena gak enak ketika diajak temannya bergabung. 20% sisanya hanya memposisikan diri sebagai penjual. Mereka hanya tertarik menjual produk dan biasanya paling sering komplain kalau barang kosong, orderan telat datang, dan sebagainya. Nah, yang 10% itulah yang biasanya memposisikan dirinya sebagai LEADER. Mereka yang sudah mantap dengan niat dan tujuannya bergabung dengan oriflame. Mereka yang punya mimpi dan tidak pernah menyerah untuk mewujudkan mimpinya. Dan mereka yang sadar akan tugas dan kewajiban mereka sebagai seorang Leader di Oriflame yaitu TUPO, REKRUT, BINA. Mereka yang tidak pernah mengeluh jika ada masalah apapun yang terjadi, tapi mereka berusaha mencari solusi bagaimana agar masalah itu bisa teratasi. Mereka yang tidak pernah absen berkomunikasi dengan upline leadernya, membahas dan merencanakan strategi apa yang bisa mereka lakukan agar jaringannya bisa berkembang. Ya, dengan 10% orang inilah saya bekerja, menyatukan visi dan misi demi sebuah perubahan positif dalam hidup kami. Ini adalah bisnis amanah, hanya orang-orang yang bisa mengemban amanah yang bisa menjalankan bisnis ini. Amanah untuk mengantarkan para downline yang satu visi untuk mewujudkan impian mereka.

http://simplebiznet.com/?id=fetranika
http://ekafetranika.blogspot.com

Komentar

Postingan Populer