Menjelajah Negeri Benua Biru Part 1

Tulisan ini mestinya sudah saya selesaikan setelah kepulangan saya menjelajah Benua Biru, Eropa, 2 tahun lalu, yaitu 10-31 Juni 2012. Sayangnya, karena saya terlalu malas, jadilah saya mulai tulisan ini sekarang. Tapi, gak papa kan ya...Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali (excuse terussss....hehehe)

Ok, saya mulai yaaa...


EROPA!! Jujur deh...siapa sih yang gak kepengen menjejakkan kakinya di benua biru itu? Ya, Eropa dengan sejuta pesonanya Bak magnet yang menarik banyak orang untuk menyambanginya. Betul gak? Setidaknya bagi saya, yang dari kecil cuma bisa mimpi menginjak kaki di sana. Rasanya pengennnn banget liat yang namanya benua eropa. Pengen liat kayak apa sih geliat kehidupan orang- orangnya... Dan kayak apa sih suasananya....

Alhamdulillah tanggal 10 juni 2012 lalu, akhirnya mimpi saya kesampaian juga. Proposal saya untuk membuat liputan ramadhan di Eropa disetujui. Gak nanggung- nanggung....6 negara sekaligus yang masuk dalam agenda perjalanan saya. Huaaaaaa..... Gak kebayang deh gimana senengnya saya.

Nah, saat kantor approve, saya langsung menyodorkan sebuah nama ke bos. Nama yang akan menjadi reporter saya dalam liputan kali ini. Soalnya dia ini pernah lama tinggal di Austria. Saya yakin dia pasti tau persis situasi di sana. Ya, dialah Hanum Salsabiela. Hanum pernah bekerja di Trans TV sebagai seorang Reporter sekaligus Presenter. Selain itu dia juga Putri seorang politikus terkenal di Indonesia, Bapak Amin Rais. Kebetulan saya sudah pernah menghubungi dia dan dia excited sekali dengan rencana ini. Alhamdulillah lagi, Bos setuju dan meminta Hanum datang untuk membahasnya lebih detail. 

Singkat cerita, dari hasil diskusi bersama, akhirnya Mas Shanta, Kepala Departemen saya, setuju. Tapi masalahnya budget kami sangatlah terbatas, hanya untuk 2 orang. Kalau saya mengajak Hanum, berarti akan ada 3 orang yang berangkat, karena tentu saja saya masih membutuhkan seorang kameraman. Saya jadi agak pesimis melihat kondisi itu, tapi Hanum meyakinkan saya bahwa kami tetap akan berangkat dengan budget yang minim itu. Tenang aja, mbak. Nanti tak bikin anggarannya. Kalau perlu kita gak usah nginep di hotel, nanti kita cari aja tebengan di sana. Kira- kira begitu kata Hanum, meyakinkan saya.

Begitulah akhirnya Hanum pun membuat rencana anggaran sekaligus membuat itenarary perjalanan kami untuk diajukan kembali kepada para pimpinan saya. Setelah revisi sana-sini, akhirnya selesailah itenarary kami. Wowwwwww....6 negara sekaligus yang akan menjadi tujuan kami. Belanda, Swiss, Lichtenstein, Austria, Ceko, dan Slovakia. Alhamdulillahhhhh....Seneng? Bangetttttt....

Lagi-lagi Alhamdulillah, itenarary itu pun disetujui begitu pula dengan rencana anggarannya. Dan nama Satriawan Purnatama muncul sebagai kameraman kami. Anggaran yang ditetapkan yaitu USD 9300 untuk perjalanan 3 orang selama 22 hari. Untungnya kami tidak perlu memikirkan tiket pesawat karena Kepala Departemen Operasional Saya, Kang Dede, sudah membantu kami mendapatkan tiket kerjasama dengan GARUDA INDONESIA untuk rute Jakarta-Amsterdam-Jakarta. 

Visapun kami urus melalui agen. Tanggal 10 juni berangkat (hari minggu)... jumatnya, 8 juni kami baru memasukkan berkas visa. Udah deg2an aja takutnya ada masalah dan visa gak beres. Tapi Alhamdulilah lagi, visa pun selesai hari itu juga pukul 2 siang. Yeayyyyyy....

Hari keberangkatan pun tiba. Tapiiii....kok saya rasanya agak berat untuk pergi ya? Melihat wajah bidadari-bidadari kecil saya, rasanya enggan sekali kaki ini melangkah. Adek Shira yang baru berusia 16 bulan, mungkin belum terlalu mengerti dengan kepergian saya. Tapi saya merasa khawatir ASI saya akan kering sepulangnya dari Eropa nanti dan Shira gak akan mau lagi ASI saya. Fiuhhhh...sungguh dilema. Belum lagi si Ayuk Nammy, putri sulungku sudah menangis saja dari subuh dan tidurpun dia memeluk saya begitu erat. Maafkan Bunda ya, Nak...doakan Bunda dan Ayah punya rejeki lebih supaya bisa mengajak kamu dan adek jalan2 bareng ke Eropa suatu hari nanti.

Akhirnya dengan separuh nafas tertinggal bersama bidadari-bidadariku, akupun berangkat menyambut impian masa kecilku. EROPPPAAAA....Here I comeeeee....

To be Continued....

Komentar

Postingan Populer