Gala Dinner Oriflame Buat Mama



Seneng....
Hanya satu kata yang terucap dari mulut mama, saat aku tanya bagaimana perasaannya mengikuti acara Gala Dinner Oriflame, 16 februarri 2015 malam, di Ballroom Hotel Trans Luxury, Bandung. Hanya satu kata yang langsung bikin aku mewek, karena aku udah bisa bikin mama happy.

Ya, mamaku adalah seorang wanita yang luar biasa. Sejak aku kecil, saat Papa baru bertugas sebagai marinir dengan gaji sangat minim, mama yang pontang panting membantu menutupi keuangan keluarga. Kata mama, aku dibawa mama jualan di pasar, sambil digendong di belakang. Alhamdulillah aku tidak pernah ingat, kalau aku pernah hidup sangat susah, karena saat itu, usiaku masih sangat belia, jadi tidak bisa mengingat apa yang terjadi.

Yang aku ingat adalah saat aku belum sekolah, kira-kira usia 3 tahun, aku pernah terjatuh di sebuah jamban saat buang air besar, dan mama langsung terjun ke empang penuh kotoran manusia, untuk menyelamatkan aku. Teman-teman tahu film Slumdog Millionaire kan? Di salah satu adegannya ada seorang anak kecil yang ngefans berat sama Amitha Bacan, lalu tiba2 sang idola datang ke kotanya, saat dia sedang buang air besar di jamban. Sialnya, waktu mau keluar jamban, ada temannya yang mengunci pintu jamban dari luar sehingga dia tidak bisa ketemu dengan sang idola. Tapi, demi sang idola, iapun akhirnya menceburkan diri ke kolam di bawah jamban, berenang ke tepian, sambil mendatangi sang idola dengan tubuh berlumur kotoran manusia. Hahahaha...mungkin dulu akupun seperti itu, untungnya aku lupa persisnya tampilanku saat itu. Bedanya, aku jatuh karena kecelakaan saat buang air besar dan terpaksa buang air besar di jamban, karena tidak punya wc yang manusiawi.

Yang aku ingat lagi, saat aku SD, mama dan papa pindah ke sebuah rumah kontrakan di kawasan Cilandak Marinir. Dan Mama berjualan sayuran di depan rumah, demi membantu papa menghidupi keluarga. Apalagi saat itu ada sekitar 3 atau 4 orang lain ikut tinggal di rumah. adik papa, keponakan mama, saudara sekampung dari Lahat, ikut menumpang di rumah kami yang sangat kecil, sehingga kami harus berdesak-desakan di dalam rumah.

Tapi, mama adalah wanita yang luar biasa. Meski papa hanya tentara berpangkat rendah, mama tidak malu bergaul dengan istri-istri perwira atasan papa. Mama aktif di organisasi istri marinir dan bahkan dipercaya menjadi salah satu pengurusnya. Yang aku ingat, disitu mama mulai belajar tata rias wajah dan rambut hingga akhirnya mama punya modal ketrampilan merias, hingga akhirnya membuka salon di rumah.

Sayangnya, karena modal terbatas, salon mama tidak pernah menjadi besar. Hanya cukup untuk tambal sulam kebutuhan sehari-hari saja. Tapi alhamdulillah meski begitu, aku tidak pernah merasa hidup kekurangan. Aku tidak pernah merasa minder pada teman-temanku yang hidup serba kecukupan. Aku juga tidak pernah menuntut dibelikan mainan atau apapun juga. Bonekaku satu-satunya adalah boneka monyet yang entah didapat dari mana. Dan setiap kali aku juara kelas di SD, aku sudah cukup senang karena hadiahnya adalah diajak berenang di kolam renang Ragunan.

Sayangnya, sejak aku menikah dan mulai membangun rumah tangga, aku mulai sering berkonflik dengan mama. Ada saja keputusan-keputusan mama yang aku anggap tidak sejalan dengan pandanganku. ada saja kalimat-kalimat pedas yang keluar dari mulutku hingga akhirnya melukai hatinya...Namun aku selalu merasa benar, bahwa apa yang kusampaikan adalah demi kebaikan mama.

Sekarang, aku sudah hidup berkecukupan. Alhamdulillah aku juga bisa memberikan tempat tinggal yang sangat layak untuk mama, meskipun itu berasal dari suamiku. Namun, sayangnya aku belum bisa memberikan uang bulanan yang cukup layak untuk mama, agar mama tidak perlu lagi bekerja membanting tulang. Gajiku dan bonus oriflame selalu habis untuk kebutuhan rumah tangga sehingga hanya sedikit yang tersisa bahkan kadang tidak ada yang diberikan untuk mama. Tapi mamapun tidak pernah menuntut aku untuk selalu memberikan uang bulanan untuknya. Mama memilih tetap bekerja. Merias pengantin dan berjualan di lapak kaki lima sejumlah pasar kaget di wilayah Depok.

Selama ini. aku merasa itu adalah yang mama inginkan, karena beliau tipe wanita yang tidak bisa berpangku tangan. Namun, saat mama datang menemaniku di acara Gala Dinner Oriflame, sebuah Acara yang salah satunya adalah merekognisi keberhasilanku meraih title Director di Oriflame, aku baru sadar betapa besar dosaku pada beliau. Betapa berat beban hidup mama hingga tampak jelas kerutan di wajahnya yang baru berusia 56 tahun. Aku baru sadar bahwa wajah tegar itu kini tak muda lagi dan aku harus segera mengambil alih beban di pundaknya. Aku harus segera menyudahi petualangannya naik motor dari Depok ke Tanah Abang untuk membeli baju2 yang akan beliau jual di pasar kaget. Ya, mamaku masih mampu naik motor dari rumah di Depok hingga ke Tanah Abang, meskipun di rumah ada mobil, tapi beliau lebih memilih motor karena tidak perlu bermacet-macet ria. Aku juga harus segera memberikan kebahagiaan untuk mama. Yang aku tahu, mama sangat ingin melihat dunia di luar sana. Dan aku akan berjuang secepatnya mewujudkan impian mama. Dan aku tahu, aku sudah memiliki kendaraan yang tepat untuk membantu mewujudkan impian mama, yaitu ORIFLAME. Aku yakin, doa mama akan membawa kami berdua menikmati lukisan alam di berbagai belahan dunia sana. Insyaa Allah impian pertama akan terwujud di tahun 2016 dan aku akan membawa mama ke Copenhagen dan Stockholm.

Doain Eka terus ya, Ma. Doakan Eka diberikan ni'mat sehat agar bisa mengerjakan dua pekerjaan sekaligus hingga akhirnya nanti Eka siap memilih Oriflame sebagai Masa Depan kita. Aammmiinn...





Depok, 19 februari 2015
I Love You, Mama...

Komentar

Postingan Populer