Bersedekahlah sebelum bepergian jauh

Seminggu sebelum berangkat ngebolang ke eropa, saya sempat membaca tulisan seseorang ( maaf saya lupa namanya!) katanya kalau mau jalan2 sebaiknya bersedekahlah dulu supaya perjalanannya lancar. Saya sendiri memang sudah berniat melakukannya dan tulisan itu makin mengingatkan saya untuk segera mengeluarkan sedekah. Alhamdulillah niat itu tuntas sudah sebelum saya berangkat.
Tanggal 31 maret 2015 jam 23.30pm, saya dan putri saya, nammy pun terbang ke Amsterdam. Alhamdulillah perjalanan lancar dan kami landing dengan selamat. Jalan2 di alkmaar sambil sightseeing berharap ada toko yang diskon gede2an, ehhh alhamdulillah nemu toko sepatu yang mau bangkrut jadi semua sepatu di sale abis2an. Rejeki pertama.

Rejeki kedua, waktu perjlanan dari Malaga ke Granada. Aku dan nammy udah duluan terbang ke malaga dari amsterdam tanggal 6 april pagi. Sementara yuk dewi menyusul di tanggal 7 april malam. Pesawatnya delay pula 30 menit. Alhasil sampai di bandara malaga, kami ketinggalan bus terakhir menuju granada. Sebelumnya saya sudah browsing bahwa ada bus lain menuju granada dari malaga bus station. Artinya kami harus naik city bus dulu dari bandara menuju stasiun. Perjalanan kurang lebih 25 menit dan kami mengejar bus terakhir yang jam 22.00. Sampai di stasiun jam 21.32 dan ternyata busa terakhir baru berangkat jam 21.30. Bus jam 22.00 ditiadakan untuk hari ini. Lemes? Banget? Kami keukeuh nanya ke kasirnya dengan bahasa tarzan. Dia pake bahasa spanyol dengan inggris tertatih-tatih, begitu juga dengan kami. Hahhahaa...lengkaplah sudah penderitaan kami. Tapiii...di tengah kepanikan gak bisa berangkat ke granada malam itu ( masalahnya kami sudah booking kamar di granada dan kalau haru stay lagi di malaga bingung juga nyari tempat tidur di tengah malam begitu), tiba2 muncul seorang pria tinggi besar menawarkan jasa mengantarkan kami ke Granada dengan biaya 100 euro katanya jarak malaga granada itu 135km. Tarif bus hanya 11,7 euro untuk perjalanan 2 jam). Setelah tawar2an sedikit, akhirnya dia mau turun jadi 90 euro.

Ok, kamipun berangkat bersama pria tak dikenal itu. Awalnya gak ada pikiran aneh2. Tapi...sepanjang jalan menuju mobilnya diparkir, lumayan jauh dari stasiun, aku dan yuk dewi malah muncul perasaan waswas. Waduhh..gila ya...nekat bener kita. Pria ini berjanggut, kalau dia teroris gimana? Pikiran buruk itu terus berkecamul sepanjang perjalanan, melewAti highway yang sepi dan agak berhutan. Gimana kalau orang ini teroris lalu kita diculik? Gimana kalau dia adalah orang jahat lalu kita dipotong potong dan dicincang jadi sate? Hadeuhhhh...bener2 deh perjalanan 1,5 jam ya g melelahkan dengan berbagai pikiran buruk di kepala. Untuk mengatasi kecemasan2 itu, kami berusaha memancing percakapan dengan pria tersebut dan dari tutur bahasanya, terselip pikiran bahwa dia adalAh orang baik-baik. Dia bilang dia orang maroko yang bekerja di malaga dan pulang ke maroko sebulan sekali karena keluarganya di maroko. Dan dia juga sering membawa orang dengan mobilnya. Dan yang pasti, dia juga muslim.

Alhamdulillah, 1,5 jam berlalu dan kamipun tiba di granada, di alamat tempat kami tinggal di Gran via de colon 33. Maafkan jika kami sempat berpikir buruk tentang anda. Dan maafkan jika pikiran kami juga buruk tentang saudara kami sendiri sesama muslim. Buat saya, ini adalah rejeki kedua saya. Berkah dari sedekah yang telah saya keluarkan.

Rejeki ketiga, saat kami akan terbang menggunakan pesawat easyjet dari barcelona menuju Nice, Prancis, tanggal 10 april. Kami tidak membeli bagasi biar irit. Biasanya aturan easy jet sangat ketat yaitu hanya boleh membawa satu tas kabin saat masuk pesawat. Tapi hari itu ternyata ada aturan baru bahwa kami boleh meletakkan tas kabin kami di bagasi secara gratis. Yeayyyyy...alhamdulillah, jadi masuk pesawat bisa melenggang hanya pegang tas ransel aja.

Rejeki keempat datang saat kami terbang lagi menggunakan pesawat easyjet dari Nice ke Roma tadi malam. Sebelumnya, petugas counter check in di barcelona bilang bahwa free bagasi buat koper kabin berlaku untuk semua penerbangan easy jet karena pesawat penuh. Tapi, ternyata aturan di Nice berbeda. Kami tidak bisa menitipkan koper kabin kami secara cuma cuma dan alhasil harus bawa masuk. Waduhh..alamat kacau nih. Aku bawa ransel juga jadi total masing2 dari kami bertiga, bawa 2 tas. Harusnya gak boleh. Sampai di dalam, aku cari akal. Minta plastik belanjanya duty free dan tas nammypun aku masukkan ke dalam kantong belanja itu. Setahuku kanting belanja duty free diperbolehkan :) koper2 aku bongkar lagi dan isinya yang gak penting penting aku buang, sepert kertas2 bekas tempat wisata. Ranselku pun masuk ke koper. Dan aku keluarkan tas oriflame biru putih yang ringan utk menempatkan semua perlengkapan gadgetku, ipad-hp- dan kamera DLSR. Saatnya boarding, kamipun masuk diantrian nyaris terakhir. Dannn....voila...petugas menghadang kami dan meminta kami hanya bawa satu koper. Jadi tas oriflame dan tas tangan yuk dewi harus masuk ke koper. Walahhh..uteng jee...koper udah penuh pisan...bingung lagi mau didesakkan kemana itu tasnya. Baru 5 menit nongkar2, tiba2 petugasnya bilang...ya udahlah...kali ini gpp kamu bawa tasnya masuk. Lain kali gak boleh ya. Kalau nggak, kamu kena denda 56 euro. Huaaaaa....alhamdulillahhh.....bener2 rejeki

So, buat kamu yang mau travelling, jangan lupa keluarin sedekah dulu ya....supaya perjalanannya lancar dan bawa berkah.

Salam dari Roma!!
(Copas dari Note FB saya tanggal 13 April 2015)
https://www.facebook.com/notes/eka-fetranika/bersedekahlah-sebelum-bepergian-jauh/10152816612738807


Komentar

Postingan Populer