Hobby Travelling Bikin Cinta Oriflame


Pernahkah anda membayangkan menginjakkan kaki di atas salju yang dingin dan lembut?
Atau menghirup segarnya bunga tulip di negeri Belanda dan wangi sakura di Jepang?
Atauuuu...menyentuh bangunan-bangunan bersejarah yang cantik dan tetap terawat meski sudah ribuan tahun usianya?
Saya pernah dan selalu membayangkannya.

Impian masa kecil seorang gadis cilik yang kehidupan ekonomi orang tuanya hanya cukup untuk membiayai sekolah dan kebutuhan sehari-hari saja. Jangankan menginjak kaki di negara lain, keluar dari kota Jakarta, tempatnya tinggal pun, sama sekali tidak pernah. Kecuali pulang ke kampung halamannya di tanah Sumatera.

Namun Allah Swt rupanya mendengar doa-doa saya, hingga akhirnya saya diterima bekerja di salah satu televisi swasta yang baru berkembang 15 tahun lalu. Dari situ saya mulai diberi kesempatan melihat indahnya ciptaan Allah di berbagai belahan dunia.

Mulai dari menara Twin Towers di Kualalumpur dan kantor pemerintahan Putrajaya.
Patung Singa simbol negara Singapura yang mempesona.
Jembatan Sydney yang megah dengan Opera Housenya yang menakjubkan.



Belajar surfing di pantai Gold Coast yang luar biasa, bermain dengan lumba-lumba liar di Tangalooma Wild Resort, dan menikmati sejumlah permainan ekstreme di 2 Theme Park terbesar di negeri Kangguru. Menikmati kebab murah di jalanan kota Wina. Bertemu masyarakat Muslim Eropa di Wina, Praha, Bratislava, Neerach-Zurich, Schalunen-Bern dan Ipsach.



Hingga bersantai di kedai kedai kopi cantik di Interlaken, Swiss. Berkunjung ke negara kecil tapi kaya raya, Lichtenstein. Dan tak lupa kesempatan berkunjung ke Tanah Suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah sekaligus menjalankan tugas menyiarkan berita tentang pengurangan quota haji.


Saya merasakan nikmatnya mengarungi bumi Allah di berbagai belahan dunia. Sayangnya suami saya tidak punya hobby yang sama seperti saya. Tapi, beliau sangat mendukung saya dan putri pertama kami untuk travelling berdua. Ya, hanya saya dan anak gadis yang beranjak ABG ini. Perjalanan kami berdua diwarnai dengan banyak sekali cerita seru. Mulai dari saat paniknya saya mendapati dia tiba-tiba demam saat kami di kota Malaga, Spanyol. Di sebuah kota yang tak satupun orang kami kenal dan kami juga tidak menginap di hotel, melainkan di sebuah apartemen sewa yang pemiliknya tidak tinggal bersama kami dan lokasinya pun di semacam gang kecil. Dalam keadaan agak kalut namun berusaha tetap tenang, saya meninggalkannya dalam keadaan terkunci di kamar, untuk mencari obat penurun demam. Beruntung ada apotik tak jauh dari apartemen sewa tersebut dan saya pun membeli ibuprofen sesuai anjuran sang apoteker. Alhasil, seharian kami tidak bisa kemana2 padahal kami hanya punya waktu 2 hari di kota itu. Alhamdulillah, panasnya turun dalam sehari dan keesokan harinya kami sudah bisa menikmati perjalanan kembali, berpindah ke kota berikutnya, Granada.
Belum lagi pengalaman ketinggalan bus terakhir yang akan membawa kami ke Granada, sempat membuat deg2an. Untungnya saat itu, seorang kerabat yang tinggal di Belanda bergabung dengan kami. Entah darimana datangnya, muncul seorang pria tinggi besar menawarkan untuk mengantarkan kami ke Granada dengan imbalan sejumlah uang. Saat itu hampir tengah malam dan kami sempat merasa takut atas tawaran tersebut. Namun, setelah berdiskusi, kami putuskan untuk menerima tawaran tersebut. Pikiran buruk terus berkecamuk sepanjang perjalanan hampir 2 jam itu. Bagaimana jika dia seorang pembunuh lalu kami dibuang ke hutan yang kami lewati sepanjang jalan? Aaahhh...sungguh tidak menyenangkan. Namun, akhirnya kamipun bernafas lega setelah tiba di apartemen yang sudah kami sewa. Allah Swt ternyata mengirim malaikatnya untuk kami. Pria baik hati itu bahkan ikut menurunkan koper-koper kami yang berat hingga ke anak tangga apartemen tanpa lift itu. Alhamdulillah...sungguh pengalaman yang tak terlupakan yaaa...


Ya, banyak pengalaman luar biasa yang saya dapatkan dari semua perjalanan yang saya lakukan. Baik dalam perjalanan tugas maupun perjalanan pribadi. Dan pengalaman itu membuat saya terus mensyukuri ni'matnya. Dan dari perjalanan-perjalanan itu kuga, saya membangun impian-impian baru. Saya ingin melihat sebuah tempat yang belum pernah saya kunjungi, minimal 1x setahun. Dan di usia 40 tahun nanti, saya mungkin sudah tidak sanggup lagi melakukan perjalanan yang sarat dengan petualangan. Saya ingin di usia 40, saya bisa menikmati perjalanan yang bergaya. Perjalanan yang tidak mengharuskan saya membuat laporan kerja atau perjalanan yang tidak mengharuskan saya membawa anak saya menginap di apartemen yang sepi demi menghemat budget.

Tapiiii...saya sadar, biaya perjalanan itu tidaklah murah. Apalagi perjalanannya bukan hanya untuk satu orang, melainkan lebih. Untuk 2 anak saya, untuk mama papa dan mungkin juga untuk suami yang siapa tahu suatu saat nanti akan mulai menyukai travelling seperti saya.

Impian itulah yang akhirnya membawa saya menekuni oriflame. Karena di oriflame saya sudah melihat sendiri bukti nyata betapa kerja keras di oriflame dihargai sedemikian luar biasa. Tak hanya penghasilan bulanan tak terbatas, tak hanya kendaraan dan rumah impian, tapi juga perjalanan luar biasa ke tempat2 yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Insyaa Allah saya pasti bisa mewujudkan impian saya keliling dunia dengan bergaya, tanpa harus pusing memikirkan biaya perjlanannya, lewat oriflame. Tidak hanya tiket untuk saya sendiri, tapi juga untuk anak2, mama, dan bahkan semua downline yang mau bekerja kerasa bersama-sama merajut impian di Oriflame.

So, buat temen2 yang punya impian sama seperti saya, yuk kita travelling sama-sama, menjelajahi bumi Allah yang tak terbatas ini.

Mau Tahu gimana Caranya Travelling Gratis dari Oriflame?

Klik disini




INFO LEBIH LANJUT

  • Nama
  • Email
  • Telpon
  • Darimana Anda Tahu Web ini?

aweber

Komentar

Postingan Populer